
Sebuah studi ilmiah di Malaysia mengungkap manfaat dari ibadah shalat, tidak hanya meningkatkan keyakinan seseorang, tapi melakukannya dengan gerakan yang benar juga bermanfaat untuk kesehatan mental dan fisik, termasuk menyembuhkan disfungsi ereksi.
Penelitian ini diketuai Kepala Biomedical Engineering Department di Universitas Malaya, Prof Madya Dr Fatimah Ibrahim beranggotakan Prof. Dr. Wan Abu Bakar Wan Abas dan Ng Siew Cheok. Menurut Fatimah Ibrahim, menurut hasil studi mereka menemukan shalat sanggup membantu pasien penderita disfungsi ereksi.
Dari hasil studi peneliti sebelumnya Marijke Van Kampen, Dr. Fatimah menyampaikan olahraga untuk otot bawah panggul sanggup memperlancar sirkulasi darah dan mengurangi tanda-tanda penyakit disfungsi ereksi.
Dr. Fatimah mengatakan, gerakan shalat juga sanggup mengurangi derita sakit punggung, terutama bagi ibu hamil. Studi itu dilakukan dengan melibatkan pasien penderita sakit punggung biasa dan ibu hamil dari komunitas Melayu, India dan China.
Posisi Rukuk
Kajian akan dilakukan atas gelombang otak yang dihasilkan ketika Salat pada setiap posisi menyerupai rukuk, sujud, I’tidal dan duduk ketika tahiyat.
Dalam kajian ini kode otak subjek Muslim yang bershalat direkam dan dianalisis, di mana dua kajian saintifik dilakukan yaitu pada perobahan kode otak ketika tuma’ninah dan kesan shalat kepada kode otak.
Hasilnya, kata Siew Cheok, didapati shalat menghasilkan keadaan hening kepada otak insan dan menunaikan shalat amat baik dalam mengekalkan tahap kestabilan mental dan emosi seseorang.
Posisi rukuk dan sujud sanggup dipakai sebagai terapi, alasannya yakni gerakan itu membuat tulang belakang menjadi rileks dan mengurangi tekanan pada syaraf tulang belakang.
Dalam penelitian Prof Dr Wan Azman Wan Ahmad, konsultan seorang andal jantung di UM Medical Centre, menemukan bahwa detak jantung sanggup berkurang kecepatannya sampai 10 kali dalam satu menit pada posisi sujud, di mana kening, hidung, tangan dan lutut kaki menyentuh tanah.
Tahajjud
Sebelum temuan ini, Dr. Mohammad Sholeh asal Indonesia melaksanakan penelitian korelasi shalat tahajjud dan dampaknya bagi kesehatan.
Penelitian menunjukkan, shalat tahajjud yang dilakukan secara lapang dada dan kontinyu, ternyata mengandung aspek meditasi dan relaksasi sehingga sanggup dipakai sebagai coping mechanism atau pereda stres yang akan meningkatkan ketahanan badan seseorang secara natural.
Memang Sang Pencipta Maha Tahu dan bila Alloh membuat dan memerintahkan hambanya niscaya ada kasiat dan keuntungannya bagi yang menunaikan dan menjalankan Perintahnya.
Memang Islam Is the Best.
Comments
Post a Comment