Skip to main content
- Hai anakku: ketahuilah, bahwasanya dunia ini bagaikan lautan yang dalam, banyak insan yang tenggelam ke dalamnya. Bila engkau ingin selamat, biar jangan karam, layarilah lautan itu dengan SAMPAN yang berjulukan TAKWA, ISInya ialah IMAN dan LAYARnya ialah TAWAKKAL kepada ALLAH.
- Orang – orang yg sentiasa menyediakan dirinya untuk mendapatkan nasihat, maka dirinya akan menerima penjagaan dari ALLAH. Orang yang insyaf dan sadar setalah mendapatkan nasihat orang lain, beliau akan sentiasa mendapatkan kemulian dari ALLAH juga.
- Hai anakku; orang yang merasa dirinya hina dan rendah diri dalam beribadat dan taat kepada ALLAH, maka beliau tawadduk kepada ALLAH, beliau akan lebih bersahabat kepada ALLAH dan selalu berusaha menghindarkan maksiat kepada ALLAH.
- Hai anakku; seandainya ibu bapamu murka kepadamu kerana kesilapan yang dilakukanmu, maka marahnya ibu bapamu ialah bagaikan baja bagi tanam tanaman.
- Jauhkan dirimu dari berhutang, lantaran bahwasanya berhutang itu boleh menjadikan dirimu hina di waktu siang dan gelisah di waktu malam.
- Dan selalulah berharap kepada ALLAH wacana sesuatu yang menimbulkan untuk tidak menderhakai ALLAH. Takutlah kepada ALLAH dengan sebenar benar takut ( takwa ), tentulah engkau akan terlepas dari sifat berputus asa dari rahmat ALLAH.
- Hai anakku; seorang pendusta akan lekas hilang air mukanya lantaran tidak dipercayai orang dan seorang yang telah rusak akhlaknya akan sentiasa banyak melamunkan hal hal yang tidak benar. Ketahuilah, memindahkan kerikil besar dari tempatnya semula itu lebih gampang daripada memberi pengertian kepada orang yang tidak mau mengerti.
- Hai anakku; engkau telah mencicipi betapa beratnya mengangkat kerikil besar dan besi yang amat berat, tetapi akan lebih berat lagi daripada semua itu, ialah bilamana engkau memiliki tetangga yang jahat.
- Hai anakku; janganlah engkau mengirimkan orang yg terbelakang sebagai utusan. Maka bila tidak ada orang yang cerdik, sebaiknya dirimulah saja yang layak menjadi utusan.
- Jauhilah bersifat dusta, alasannya dusta itu gampang dilakukan, bagaikan memakan daging burung, padahal sedikit saja berdusta itu telah menunjukkan akhir yang berbahaya.
- Hai anakku; bila engkau memiliki dua pilihan, takziah orang mati atau hadir majlis perkarwinan, pilihlah untuk menziarahi orang mati, alasannya ianya akan mengingatkanmu kepada kampung alam abadi sedang kan menghadiri pesta perkarwinan hanya mengingatkan dirimu kepada kesenangan duniawi saja.
- Janganlah engkau makan hingga kenyang yang berlebihan, lantaran bahwasanya makan yang terlalu kenyang itu ialah lebih baiknya bila masakan itu diberikan kepada anjing saja.
- Hai anakku; janganlah engkau eksklusif menelan saja lantaran manisnya barang dan janganlah eksklusif memuntahkan saja pahitnya sesuatu barang itu, kerana anggun belum tentu menjadikan kesejukan dan pahit itu belum tentu menjadikan kesengsaraan.
- Makanlah makananmu bersama sama dengan orang orang yang takwa dan musyawarahlah urusanmu dengan para alim ulama dengan cara meminta nasihat dari mereka.
- Hai anakku; bukanlah satu kebaikan namanya bilamana engkau selalu mencari ilmu tetapi engkau tidak pernah mengamalkannya. Hal itu tidak ubah bagaikan orang yg mencari kayu bakar, maka sesudah banyak ia tidak bisa memikulnya, padahal ia masih mau menambahkannya.
- Hai anakku; bilamana engkau mau mencari mitra sejati, maka ujilah terlebih dahulu dengan berpura pura menciptakan beliau marah. Bilamana dalam kemarahan itu beliau masih berusaha menginsyafkan kamu, maka bolehlah engkau mengambil beliau sebagai kawan. Bila tidak demikian, maka berhati hatilah.
- Selalulah baik tutur kata dan halus akal bahasamu serta anggun wajahmu, dengan demikian engkau akan disukai orang melebihi sukanya seseorang terhadap orang lain yang pernah menunjukkan barang yang berharga.
- Hai anakku; bila engkau berteman, tempatkanlah dirimu padanya sebagai orang yang tidak mengharapkan sesuatu daripadanya. Namun biarkanlah beliau yang mengharapkan sesuatu darimu.
- Jadikanlah dirimu dalam segala tingkah laris sebagai orang yang tidak ingin mendapatkan kebanggaan atau mengharap sanjungan orang lain lantaran itu ialah sifat riya’ yang akan mendatangkan cela pada dirimu.
- Hai anakku; janganlah engkau condong kepada urusan dunia dan hatimu selalu disusahkan olah dunia saja lantaran engkau diciptakan ALLAH bukanlah untuk dunia saja. Sesungguhnya tiada makhluk yang lebih hina daripada orang yang terpedaya dengan dunianya.
- Hai anakku; usahakanlah biar mulutmu jangan mengeluarkan kata kata yang bacin dan kotor serta kasar, lantaran engkau akan lebih selamat bila berdiam diri. Kalau berbicara, usahakanlah biar bicaramu mendatangkan manfaat bagi orang lain.
- Hai anakku; janganlah engkau gampang ketawa jika bukan lantaran sesuatu yang menggelikan, janganlah engkau berjalan tanpa tujuan yang pasti, janganlah engkau bertanya sesuatu yang tidak ada guna bagimu, janganlah mensia-siakan hartamu.
- Barang siapa yang penyayang tentu akan disayangi, siapa yang pendiam akan selamat daripada berkata yang mengandungi racun, dan siapa yang tidak sanggup menahan lidahnya dari berkata kotor tentu akan menyesal.
- Hai anakku; bergaullah rapat dengan orang yang alim lagi berilmu. Perhatikanlah kata nasihatnya lantaran bahwasanya sejuklah hati ini mendengarkan nasihatnya, hiduplah hati ini dengan cahaya nasihat dari mutiara kata katanya bagaikan tanah yang subur kemudian disirami air hujan.
- Hai anakku; ambillah harta dunia sekedar keperluanmu saja, dan nafkahkanlah yang selebihnya untuk bekal akhiratmu. Jangan engkau tendang dunia ini ke keranjang atau bakul sampah lantaran nanti engkau akan menjadi pengemis yang menciptakan beban orang lain. Sebaliknya janganlah engkau peluk dunia ini serta meneguk habis airnya lantaran bahwasanya yang engkau makan dan pakai itu ialah tanah belaka. Janganlah engkau bertemankan dengan orang yang bersifat dua muka, kelak akan membinasakan dirimu.
Comments
Post a Comment