Mengapa Al-Quran Dibukukan ?


Setelah wafatnya junjungan kita Nabi Muhammad s.a.w. terjadilah suatu insiden seorang penipu berjulukan Musailamah Al-Kazzab menggelar dirinya sebagai nabi. Maka orang yang lemah imannya banyaklah yang kembali murtad.

Karena keadaan bertambah genting Saiyidina Abu Bakar r.a telah mengisyaratkan peperang untuk memberantas tanda-tanda jelek ini, maka terjadilah satu peperangan yang hebat. Dengan pertolongan Allah s.w.t. tentara Islam sanggup menewaskan dan membunuh Musailamah. Dalam peperangan ini ramai para hafiz yang terbunuh. Hal ini amat membimbangkan Saiyidina Abu Bakar. Maka dia memerintahkan Zaid bin Thabith untuk mengumpulkan lembaran ayat-ayat Al-Quran untuk dibukukan. Apabila mendengar perintah itu Zaid berkata: Dengan nama Allah, jikalau tuan hamba menyuruh hamba mengubah gunung dari satu daerah ke satu daerah yang lain tidaklah ia membebankanku dari mengumpulkan lembaran ayat-ayat Al-Quran. Bagaimanakah sanggup tuan hamba melaksanakan sesuatu yang baginda sendiri tidak malakukannya?" Saiyidina Abu Bakar r.a. mengambarkan bahwa tindakan ini terpaksa dibentuk demi menyelamatkan Al-Quran.

Setelah Zaid mendengar penerangan itu, maka ia pun menemui penduduk-penduduk di situ dan mengumpulkan satu demi satu lembaran ayat-ayat Al-Quran dari mereka yang ada menyalinnya. Zaid r.a. juga menemui para hafiz yang menghafalnya dalam hati mereka, sehingga dapatlah Zaid mengumpulkan sampai ayat yang terakhir.

Comments