KITA ITU DI DALAM DUNIA, TAK SEHARUSNYA MENGEJAR YANG KITA SENDIRI DI DALAMNYA, SEHARUSNYA KITA MEMPERSIAPKAN BEKAL AKHERAT, DENGAN TANAMAN AMAL DI DUNIA INI.
Kalau gak di kasih pola real, orang cenderung salah persepsi, mengartikan dengan pengertian sendiri, kayak orang di bilangi, segala sesuatu itu yang penting niatnya. kemudian anak perawan tetangga di hamili semua, dengan niat menolong semoga semua punya anak, ini namanya mengartikan sesuatu dengan sak kepenake udele dewe. suka memelintir jikalau di bilangi orang yang benar.
Seperti saya menyampaikan jangan mengejar dunia, dapat jadi kemudian tak mau kerja, dan ongkang2 kaki, ya terang saya di salahkan istrinya jikalau orang itu seorang suami. alasannya ialah istrinya tak di nafkahi saja. tapi rajin ngumpuli istrinya jikalau malam jum'at soale hanya itu yang akherat. wah kojor kabeh jikalau bgt. ini ku contokan.
Ada seorang tukang bakso berjulukan pak paiman, ia tukang bakso (contoh saja ) walau berdasar insiden nyata, pak paiman itu tukang bakso keliling, sudah puluhan tahun ia jualan bakso, mengelililngi kawasan pekalongan bab barat. tapi berangkat siang jam 1, dan pulang jam 11 malam, yang terjual hanya paling 5 mangkok, begitu terus, padahal ia sudah mengelilingi area, hingga malam, ia tambah kawasan yang di keleilingi juga tetap saja paling 5, 7 mangkok bakso terjual. bayangkan itu di jalani sudah 20 tahun lebih.
Satu hari pak paiman ke rumahku di ajak temannya, ia juga sudah biasa ke tempat dukun atau kyai minta penglaris, semoga baksonya laris, tapi ya akibatnya begitu-begitu saja...wkt ke rumahku ia mendengarkan temannya bicara padaku membahas masalahnya, ia liat juga kok minta syarat padaku ndak pakai bayar, ya ia sekalian minta syarat, semoga dagangannya laris, saya hanya menyuruhnya, sebaiknya jangan berkeliling lagi, cari tempat mangkal yang enak, tak usah menyusahkan diri dengan mengelilingi kasalan, kampung, cukup saja mangkal, ku bilang ingat yang rajin ikut dzikir jamaah jikalau ada dzikir bersama. ia mengiayakan.
Besoknya ia praktekkan ia ikuti petunjuk yg ku beri dg ijin Allah walau ia tak muteri desa, baksonya buka jam 1, jam 4 sudah habis, ia heran, habis tutup bakso ia eksklusif ke rumahku, dan menyampaikan jikalau tak pernah seumur hidupnya jualan bakso hingga habis secepat itu. entah tak tak banyak orang yang tiba dari segala penjuru, hingga ia kehabisan mangkok untuk melayani pembeli.
Sebulan kemudian ia malah membuka cabang... dan alhamdulillah sering membantu majlis, nah itu pola kita ini di dalam dunia tak seharusnya mengejar yang kita sendiri di dalamnya. semoga paham. jadi bekerjalah dan niati untuk beribadah. menabung untuk akherat. berapa yang kita berikan akan di beri lipatan sebagai gantinya.
Kalau gak di kasih pola real, orang cenderung salah persepsi, mengartikan dengan pengertian sendiri, kayak orang di bilangi, segala sesuatu itu yang penting niatnya. kemudian anak perawan tetangga di hamili semua, dengan niat menolong semoga semua punya anak, ini namanya mengartikan sesuatu dengan sak kepenake udele dewe. suka memelintir jikalau di bilangi orang yang benar.
Seperti saya menyampaikan jangan mengejar dunia, dapat jadi kemudian tak mau kerja, dan ongkang2 kaki, ya terang saya di salahkan istrinya jikalau orang itu seorang suami. alasannya ialah istrinya tak di nafkahi saja. tapi rajin ngumpuli istrinya jikalau malam jum'at soale hanya itu yang akherat. wah kojor kabeh jikalau bgt. ini ku contokan.
Ada seorang tukang bakso berjulukan pak paiman, ia tukang bakso (contoh saja ) walau berdasar insiden nyata, pak paiman itu tukang bakso keliling, sudah puluhan tahun ia jualan bakso, mengelililngi kawasan pekalongan bab barat. tapi berangkat siang jam 1, dan pulang jam 11 malam, yang terjual hanya paling 5 mangkok, begitu terus, padahal ia sudah mengelilingi area, hingga malam, ia tambah kawasan yang di keleilingi juga tetap saja paling 5, 7 mangkok bakso terjual. bayangkan itu di jalani sudah 20 tahun lebih.
Satu hari pak paiman ke rumahku di ajak temannya, ia juga sudah biasa ke tempat dukun atau kyai minta penglaris, semoga baksonya laris, tapi ya akibatnya begitu-begitu saja...wkt ke rumahku ia mendengarkan temannya bicara padaku membahas masalahnya, ia liat juga kok minta syarat padaku ndak pakai bayar, ya ia sekalian minta syarat, semoga dagangannya laris, saya hanya menyuruhnya, sebaiknya jangan berkeliling lagi, cari tempat mangkal yang enak, tak usah menyusahkan diri dengan mengelilingi kasalan, kampung, cukup saja mangkal, ku bilang ingat yang rajin ikut dzikir jamaah jikalau ada dzikir bersama. ia mengiayakan.
Besoknya ia praktekkan ia ikuti petunjuk yg ku beri dg ijin Allah walau ia tak muteri desa, baksonya buka jam 1, jam 4 sudah habis, ia heran, habis tutup bakso ia eksklusif ke rumahku, dan menyampaikan jikalau tak pernah seumur hidupnya jualan bakso hingga habis secepat itu. entah tak tak banyak orang yang tiba dari segala penjuru, hingga ia kehabisan mangkok untuk melayani pembeli.
Sebulan kemudian ia malah membuka cabang... dan alhamdulillah sering membantu majlis, nah itu pola kita ini di dalam dunia tak seharusnya mengejar yang kita sendiri di dalamnya. semoga paham. jadi bekerjalah dan niati untuk beribadah. menabung untuk akherat. berapa yang kita berikan akan di beri lipatan sebagai gantinya.
Kyai Nur Rozaq
Comments
Post a Comment