Bila disebut perihal penyakit terbayanglah kepada kita penyakit-penyak
it yang pernah kita alami dan dialami juga oleh orang lain. Ada penyakit yang menyerang tubuh tubuh dan ada penyakit yang menyerang jiwa atau perasaan. Berbagai macam istilah dipakai untuk membedakan di antara satu penyakit dengan penyakit yang lain. Dalam nama-nama penyakit semua aksara dari A hingga ke Z digunakan, menunjukkan banyaknya penyakit-penyak it yang telah dikenal niscaya oleh manusia. Kadang-kadang seseorang yang sakit lebih takut kepada istilah penyakit daripada penyakit itu sendiri. Istilah yang paling ditakuti oleh insan zaman ini ialah AIDS kerana ilmu pengobatan belum mempunyai hasil yang memuaskan untuk menangani penyakit tersebut.
Penyakit bukan saja melanda masyarakat dan insan malah binatang dan tumbuh-tumbuhan juga terkena penyakit. Benda-benda galian juga terkena penyakit. Contohnya besi, penyakitnya berkarat dan nasi penyakitnya basi. Penyakit Adalah sesuatu yang menyeluruh, menyerang yang bernyawa dan yang tidak bernyawa. Apabila penyakit menyerang yang bernyawa maka mangsanya di giring kepada kematian. Bila penyakit menyerang yang tidak bernyawa maka mangsanya digiring kepada kebinasaan yaitu rusak, keriput atau hancur.
Penyakit menjadi musuh utama manusia. Manusia tidak mengalah bulat-bulat kepada keganasannya. Dalam menangani problem penyakit, insan mengambil langlah-langkah mengobati orang yang telah dihinggapi penyakit dan melaksanakan pencegahan kepada yang belum berpenyakit. Perbelanjaan yang besar dipakai bagi tujuan merawat dan pencegahan tersebut. Kajian demi kajian, penelitian demi penelitian dilakukan, hasilnya muncullah para dokter yang pakar dalam semua bidang penyakit. Muncullah obat-obatan yang di anggap sanggup mengobati penyakit. rumah sakit dibangun di mana tempat. Tidak cukup dengan pengobatan moden, ada pula pengobatan tradisional, yang semuanya dituju untuk mengobati penyakit atau mencegahnya.
Manusia boleh saja berusaha mencegah dan mengobati tetapi tidak berupaya untuk menghapuskan penyakit. Seseorang yang belum terkena penyakit boleh saja melaksanakan perjuangan pencegahan sehingga beliau terhindar dari penyakit tersebut. Orang yang telah diserang penyakit boleh berobat sehingga penyakitnya sembuh, namun tidak ada obat dan alat untuk menghapuskan penyakit. Penyakit akan berjalan terus dari satu orang kepada orang yang lain. Apa yang insan lakukan. Adalah merawat akhir dari tindakan penyakit atau mengadakan langkah pencegahan dari terkena hasilnya sedangkan penyakit itu sendiri tidak sanggup ditangani. Bagaimana mau menangani penyakit sedangkan tidak ada yang pernah melihat penyakit dan tidak diketahui hakikatnya yang sebenar penyakit. Apa yang dilihat atau diketahui. Adalah kesan atau akhir dari tindak tanduk penyakit sementara hakikat penyakit itu sendiri tersembunyi. Manusia boleh mencicipi kesakitan tetapi mereka tidak sanggup melihat atau menjelaskan apakah yang sebetulnya kesakitan itu. rasa sakit itu sanggup dirasakan tetapi tidak sanggup dirupakan dan dijelaskan suatu nama penyakit di ambil dari rasa yang di timbulkan dan kesan yang mengenai si sakit sehingga di ambil suatu kesimpulan dari nama sakitnya, sementara bentuk dari sakit sendiri itu tetap menjadi rahasia, para pakar kedokteran hanya mengambil suatu kesimpulan, dan tak jarang kesimpulan yang di ambi, dari sakit itu yaitu salah, tapi pasien tak sanggup berkata tidak, hanya pasrah saja sakitnya di tuduhkan sakit apa.
Penyakit yang melibatkan tubuh tubuh biasanya gampang diketahui. Pasien menyadari yang beliau berpenyakit walaupun beliau tidak niscaya apakah penyakitnya. Kesadaran tersebut membawanya berjumpa dengan dokter untuk mendapatkaan rawatan atau tanggapan niscaya dari sakit yang di rasdakannya. Jadi, sebarang penyakit yang mengenai tubuh tubuh gampang diketahui dan gampang di simpulkan lantaran bersifat jasmani, kesimpulan juga sanggup di ambil, misal sakit di gigi maka di ambil kesimpulan sakit gigi, sakit di mata , maka di ambil kesimpulan sakit mata, dll, kemudian nama-nama aneh di pakai nama sakit itu, biar obat makin beragam, dan beraneka warna, di sesuaikan dengan sakitnya, juga dokter makin macam-macam spesialisasinya .
Namun, terdapat banyak penyakit yang tidak mengenai tubuh tubuh tetapi sangat sukar diketahui. Orang yang berpenyakit tidak mengetahui dan tidak menganggap dirinya berpenyakit. Bahkan kebanyakan insan menganggap penyakit tersebut sebagai bukan penyakit. Tetapi, sekiranya direnung dengan mendalam didapati penyakit yang tidak dianggap sebagai penyakit itu sangat membahayakan kepada kehidupan manusia, lebih berbahaya daripada penyakit yang menyerang tubuh badan. Cuba kita perhatikan akhir yang timbul daripada penyakit-penyak it yang dianggap sebagai bukan penyakit itu.
CONTOH PERTAMA
Seorang kanak-kanak berumur tiga tahun mati akhir didera. Seluruh masyarakat mengakui bahawa janjkematian itu Adalah akhir deraan. Perbuatan mendera yaitu perubatan yang kejam. Orang yang melakukannya dikatakan seorang yang kejam. Si pendera itu dianggap sebagai seorang yang kejam bukan sebagai seorang yang berpenyakit. Kita tidak melihat bahwa orang tersebut menghidap penyakit yang menimbulkan beliau sanggup bertindak kejam dan ganas. Kekejaman bukanlah sifatnya tetapi ia yaitu sifat penyakit yang dihinggapinya. Oleh alasannya yaitu orang tadi tidak tahu beliau berpenyakit dan orang lain juga tidak sadar beliau berpenyakit maka penyakit itu sanggup bergerak dengan bebas menguasai orang itu sehingga beliau tidak ada daya melawan. Bila penyakit sudah sanggup menguasainya, maka penyakit tersebut menyalurkan sifat-sifatnya kepada orang tadi. Si mangsa hanya menjadi alat kepada penyakit yang menguasainya. Penyakit itulah yang mendera belum dewasa berkenaan sehingga mati, dengan memakai insan sebagai alatnya.
CONTOH KEDUA
Seorang isteri coba berdaya upaya untuk menyenangkan hati suaminya. Dia bersopan santun menguruskan rumahtangga dengan baik dan menjaga keperluan suaminya dengan teratur. Secara logikanya sang suami tentunya puas hati mempunyai isteri yang baik serta bertanggungjawa b dan tentunya sang suami juga menjadi suami yang baik dan bertanggungjawa b. Tetapi, yang terjadi sebaliknya Sang suami tidak pernah menunjukkan perilaku berpuas hati dengan isterinya. Dia senantiasa mengomel. Ada saja perbuatan isterinya yang tidak di suka pada pandangannya. Bukan itu saja bahkan sang suami gemar memikul isterinya tanpa alasan yang jelas, Sang isteri pula boleh mendapatkan deraan suaminya seperti deraan itu satu kemanisan bagi rumahtangga mereka. sebagai ketaatan pada isuaminya, dan di anggap akan mendapatkan pahala, Sang suami gemar menunjukkan kejantanannya dengan memikul isterinya dan beliau berasa puas mendengar isterinya merayu dan menyembahnya. Sang isteri pula mencicipi beliau telah menandakan kasih sayangnya dengan mendapatkan deraan suaminya. Bahkan sang isteri itu berasa gembira bila beliau mengugut mahu meninggalkan suaminya maka sang suami itu merayu pula kepada isterinya sambil memohon ampun dan maaf atas kekasaran yang telah dilakukannya.
Suami isteri ini menganggap fenomena yang berlaku dalam rumahtangga mereka sebagai sesuatu yang normal. Mereka tidak mencicipi yang mereka berdua berpenyakit. Orang di keliling mereka juga tidak menganggap pasangan tersebut berpenyakit. Maka tidak ada perjuangan pengobatan dilakukan.
CONTOH KETIGA
ada pertandingan sepak bola antar kampung, ketika pertandingan berlangsung maka salah satu kemasukan gol, lantaran kemasukan gol maka para pendukung sporter tak terima yang di dukungnya kalah, kemudian menyalahkan kesebelasan lawan yang telah memasukkan gol, dan terjadilah lempar botol atau apa saja ke group lawan, sporter lawan pun tak terima jika pemain yang di dukungnya di lempar maka balas melempar akhirnya terjadi tawuran antara sporter dan tabrak jotos antara pemain, dan banyak yang luka bahkan kerusuhan meluas ke kampung dan mana-mana tempat, masing masing mendukung kesebelasannya, dan itu menunjukkan semua berpenyakit.
CONTOH KEEMPAT
ada orang yang bekerja para perusahaan atau pemerintahan yang mengkorupsi uang rakyat, banyak uang di hambur-hamburka n untuk foya-foya, tapi itu bukan uangnya tapi uang korupsi, orang yang melaksanakan itu cenderung di anggap sebagai orang yang bersalah, bukan sebagai orang yang sakit.
CONTOH KELIMA
Seorang suami yang sangat mencintai isterinya mencukupi isterinya dengan penuh kasih sayang dan kemewahan. Isterinya membalas dengan memberinya layanan yang penuh dengan kemesraan. Bahagia sekali kehidupan mereka. Si suami tidak ragu-ragu untuk meninggalkan rumahnya di bawah penjagaan isteri tercinta. Bila beliau keluar negeri untuk beberapa hari lantaran urusan pekerjaan, beliau sangat yakin dengan kesetiaan isterinya. Lantaran sangat rindukan isterinya, satu hari beliau mempersingkat urusannya di luar negeri, sehabis beberapa hari isterinya tidak melihatnya tentu isterinya itu sangat merindukannya, menyerupai yang beliau sendiri rasakan. Dia mau pulang dengan ‘surprise’.
Dia memasuki rumahnya dengan diam-diam. Dicarinya isterinya di ruang tamu tidak ada. Di dapur juga tidak ada. Agaknya isterinya sedang tidur lantaran kesunyian ditinggal sendirian. Lalu beliau berjalan perlahan-lahan ke kamar tidurnya supaya isterinya akan terkejut nanti apabila melihatnya tiba-tiba sudah berada di sampingnya.
Dia membuka pintu biliknya dengan perlahan-lahan. Apabila beliau membuka pintu biliknya beliau berhadapan dengan satu pemandangan yang sangat-sangat mengejutkan. Dia hilang kesadaran dan tidak tahu apa yang terjadi. ketika kesadarannya kembali di dapatinya isterinya sudah menjadi jenazah dan di sebelah jenazah isterinya terbujur jenazah seorang perjaka yang tidak dikenalinya. Dia melihat pistol berada di tangannya tetapi beliau tidak ingat bila beliau melepaskan tembakan. Peristiwa itu terjadi dengan cepat sekali sehingga beliau tidak tau dan tidak ingat apa yang sebetulnya terjadi. Bila beliau dipenjarakan, beliau masih tertanya-tanya apa beliau atau ada orang lain yang telah menembak isterinya dan perjaka di dalam kamar tidurnya.
banyak sekali tragedi di masyarakat perihal tragedi dan teladan yang terjadi, apa yang terjadi itu yaitu bom waktu, Setiap individu membawa tolong-menolong dirinya bom waktu, Sekali sekala masyarakat dikejutkan oleh bom waktu yang sudah hingga masa untuk meletus. Masyarakat menganggapnya sebagai satu Kejadian yang biasa berlaku dalam kehidupan seharian. Peristiwa yang mengejutkan itu dibicarakan beberapa dikala kemudian dilupakan. Masyarakat lupa bahwa banyak lagi bom yang belum meletus. orang yang punya bom yang sudah meletus itu mungkin mempunyai beberapa biji lagi bom yang belum meletus. Dia dibiarkan bebas bergerak di dalam masyarakat dengan membawa bom-bom yang masih aktif.
Bom individu mempunyai kekuatan yang berbeda-beda dalam menggoncangkan masyarakat. Ada yang lemah dan ada yang kuat. Seorang suami yang hidup dengan isterinya hanya menggoncangkan keluarganya dan mungkin juga tetangganya. seorang pejabat pemerintah akan menggoncangkan area pemerintahannya dan begitu seterusnya masing masing mempunyai bom waktu yang akan menggoncangkan areanya, Begitulah kekuatan bom-bom individu yang berbeda-beda. Bom-bom individu boleh bergabung untuk menghasilkan tenaga yang lebih kuat. Satu kampung orang mengamuk akan melukai banyak orang, juga satu pasukan yang bertempur akan banyak menimbulkan banyak nyawa melayang.
Penyakit yang melibatkan tubuh tubuh gampang dikenali dan diobati. Sebaliknya penyakit bom waktu yang ada dalam masyarakat dan setiap individu itu sulit di kenali, sehingga kita tak sadar bom itu akan meledak dan kita sama sekali tak berusaha menghindarinya, dan terbawa dalam ledakannya. dan bom waktu itu haruslah di obati dari hati dari dalam hati kita terdalam, dengan menyadari hidup yang saling menjaga dan saling menghargai hidup untuk mencapai keseamatan bersama, keselamatan dunia akherat. mengobatinya bukan dari mana-mana, atau dari apa atau dari menelisik ke arah masyarakat, tapi dari diri kita dari dalam hati terdalam kita, membenahi hati kita, mengembalikan cara hidup yang pernah di ajarkan rasulullah saw, memperbaiki kebijaksanaan pekerti bukan hanya lahiriah kita tapi juga batiniah kita, hati kita bukan hati yang penuh kepalsuan, dan dari dalam itulah ketentraman dan kedamaian sanggup di gali.
Penyakit bukan saja melanda masyarakat dan insan malah binatang dan tumbuh-tumbuhan
Penyakit menjadi musuh utama manusia. Manusia tidak mengalah bulat-bulat kepada keganasannya. Dalam menangani problem penyakit, insan mengambil langlah-langkah
Manusia boleh saja berusaha mencegah dan mengobati tetapi tidak berupaya untuk menghapuskan penyakit. Seseorang yang belum terkena penyakit boleh saja melaksanakan perjuangan pencegahan sehingga beliau terhindar dari penyakit tersebut. Orang yang telah diserang penyakit boleh berobat sehingga penyakitnya sembuh, namun tidak ada obat dan alat untuk menghapuskan penyakit. Penyakit akan berjalan terus dari satu orang kepada orang yang lain. Apa yang insan lakukan. Adalah merawat akhir dari tindakan penyakit atau mengadakan langkah pencegahan dari terkena hasilnya sedangkan penyakit itu sendiri tidak sanggup ditangani. Bagaimana mau menangani penyakit sedangkan tidak ada yang pernah melihat penyakit dan tidak diketahui hakikatnya yang sebenar penyakit. Apa yang dilihat atau diketahui. Adalah kesan atau akhir dari tindak tanduk penyakit sementara hakikat penyakit itu sendiri tersembunyi. Manusia boleh mencicipi kesakitan tetapi mereka tidak sanggup melihat atau menjelaskan apakah yang sebetulnya kesakitan itu. rasa sakit itu sanggup dirasakan tetapi tidak sanggup dirupakan dan dijelaskan suatu nama penyakit di ambil dari rasa yang di timbulkan dan kesan yang mengenai si sakit sehingga di ambil suatu kesimpulan dari nama sakitnya, sementara bentuk dari sakit sendiri itu tetap menjadi rahasia, para pakar kedokteran hanya mengambil suatu kesimpulan, dan tak jarang kesimpulan yang di ambi, dari sakit itu yaitu salah, tapi pasien tak sanggup berkata tidak, hanya pasrah saja sakitnya di tuduhkan sakit apa.
Penyakit yang melibatkan tubuh tubuh biasanya gampang diketahui. Pasien menyadari yang beliau berpenyakit walaupun beliau tidak niscaya apakah penyakitnya. Kesadaran tersebut membawanya berjumpa dengan dokter untuk mendapatkaan rawatan atau tanggapan niscaya dari sakit yang di rasdakannya. Jadi, sebarang penyakit yang mengenai tubuh tubuh gampang diketahui dan gampang di simpulkan lantaran bersifat jasmani, kesimpulan juga sanggup di ambil, misal sakit di gigi maka di ambil kesimpulan sakit gigi, sakit di mata , maka di ambil kesimpulan sakit mata, dll, kemudian nama-nama aneh di pakai nama sakit itu, biar obat makin beragam, dan beraneka warna, di sesuaikan dengan sakitnya, juga dokter makin macam-macam spesialisasinya
Namun, terdapat banyak penyakit yang tidak mengenai tubuh tubuh tetapi sangat sukar diketahui. Orang yang berpenyakit tidak mengetahui dan tidak menganggap dirinya berpenyakit. Bahkan kebanyakan insan menganggap penyakit tersebut sebagai bukan penyakit. Tetapi, sekiranya direnung dengan mendalam didapati penyakit yang tidak dianggap sebagai penyakit itu sangat membahayakan kepada kehidupan manusia, lebih berbahaya daripada penyakit yang menyerang tubuh badan. Cuba kita perhatikan akhir yang timbul daripada penyakit-penyak
CONTOH PERTAMA
Seorang kanak-kanak berumur tiga tahun mati akhir didera. Seluruh masyarakat mengakui bahawa janjkematian itu Adalah akhir deraan. Perbuatan mendera yaitu perubatan yang kejam. Orang yang melakukannya dikatakan seorang yang kejam. Si pendera itu dianggap sebagai seorang yang kejam bukan sebagai seorang yang berpenyakit. Kita tidak melihat bahwa orang tersebut menghidap penyakit yang menimbulkan beliau sanggup bertindak kejam dan ganas. Kekejaman bukanlah sifatnya tetapi ia yaitu sifat penyakit yang dihinggapinya. Oleh alasannya yaitu orang tadi tidak tahu beliau berpenyakit dan orang lain juga tidak sadar beliau berpenyakit maka penyakit itu sanggup bergerak dengan bebas menguasai orang itu sehingga beliau tidak ada daya melawan. Bila penyakit sudah sanggup menguasainya, maka penyakit tersebut menyalurkan sifat-sifatnya kepada orang tadi. Si mangsa hanya menjadi alat kepada penyakit yang menguasainya. Penyakit itulah yang mendera belum dewasa berkenaan sehingga mati, dengan memakai insan sebagai alatnya.
CONTOH KEDUA
Seorang isteri coba berdaya upaya untuk menyenangkan hati suaminya. Dia bersopan santun menguruskan rumahtangga dengan baik dan menjaga keperluan suaminya dengan teratur. Secara logikanya sang suami tentunya puas hati mempunyai isteri yang baik serta bertanggungjawa
Suami isteri ini menganggap fenomena yang berlaku dalam rumahtangga mereka sebagai sesuatu yang normal. Mereka tidak mencicipi yang mereka berdua berpenyakit. Orang di keliling mereka juga tidak menganggap pasangan tersebut berpenyakit. Maka tidak ada perjuangan pengobatan dilakukan.
CONTOH KETIGA
ada pertandingan sepak bola antar kampung, ketika pertandingan berlangsung maka salah satu kemasukan gol, lantaran kemasukan gol maka para pendukung sporter tak terima yang di dukungnya kalah, kemudian menyalahkan kesebelasan lawan yang telah memasukkan gol, dan terjadilah lempar botol atau apa saja ke group lawan, sporter lawan pun tak terima jika pemain yang di dukungnya di lempar maka balas melempar akhirnya terjadi tawuran antara sporter dan tabrak jotos antara pemain, dan banyak yang luka bahkan kerusuhan meluas ke kampung dan mana-mana tempat, masing masing mendukung kesebelasannya,
CONTOH KEEMPAT
ada orang yang bekerja para perusahaan atau pemerintahan yang mengkorupsi uang rakyat, banyak uang di hambur-hamburka
CONTOH KELIMA
Seorang suami yang sangat mencintai isterinya mencukupi isterinya dengan penuh kasih sayang dan kemewahan. Isterinya membalas dengan memberinya layanan yang penuh dengan kemesraan. Bahagia sekali kehidupan mereka. Si suami tidak ragu-ragu untuk meninggalkan rumahnya di bawah penjagaan isteri tercinta. Bila beliau keluar negeri untuk beberapa hari lantaran urusan pekerjaan, beliau sangat yakin dengan kesetiaan isterinya. Lantaran sangat rindukan isterinya, satu hari beliau mempersingkat urusannya di luar negeri, sehabis beberapa hari isterinya tidak melihatnya tentu isterinya itu sangat merindukannya, menyerupai yang beliau sendiri rasakan. Dia mau pulang dengan ‘surprise’.
Dia memasuki rumahnya dengan diam-diam. Dicarinya isterinya di ruang tamu tidak ada. Di dapur juga tidak ada. Agaknya isterinya sedang tidur lantaran kesunyian ditinggal sendirian. Lalu beliau berjalan perlahan-lahan ke kamar tidurnya supaya isterinya akan terkejut nanti apabila melihatnya tiba-tiba sudah berada di sampingnya.
Dia membuka pintu biliknya dengan perlahan-lahan.
banyak sekali tragedi di masyarakat perihal tragedi dan teladan yang terjadi, apa yang terjadi itu yaitu bom waktu, Setiap individu membawa tolong-menolong dirinya bom waktu, Sekali sekala masyarakat dikejutkan oleh bom waktu yang sudah hingga masa untuk meletus. Masyarakat menganggapnya sebagai satu Kejadian yang biasa berlaku dalam kehidupan seharian. Peristiwa yang mengejutkan itu dibicarakan beberapa dikala kemudian dilupakan. Masyarakat lupa bahwa banyak lagi bom yang belum meletus. orang yang punya bom yang sudah meletus itu mungkin mempunyai beberapa biji lagi bom yang belum meletus. Dia dibiarkan bebas bergerak di dalam masyarakat dengan membawa bom-bom yang masih aktif.
Bom individu mempunyai kekuatan yang berbeda-beda dalam menggoncangkan masyarakat. Ada yang lemah dan ada yang kuat. Seorang suami yang hidup dengan isterinya hanya menggoncangkan keluarganya dan mungkin juga tetangganya. seorang pejabat pemerintah akan menggoncangkan area pemerintahannya
Penyakit yang melibatkan tubuh tubuh gampang dikenali dan diobati. Sebaliknya penyakit bom waktu yang ada dalam masyarakat dan setiap individu itu sulit di kenali, sehingga kita tak sadar bom itu akan meledak dan kita sama sekali tak berusaha menghindarinya,
Mahkota Ruhani
Comments
Post a Comment