Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta, benda dan diri mereka, ialah lebih Tinggi derajatnya di sisi Allah; dan Itulah orang-orang yang menerima kemenangan.
Tuhan mereka menggembirakan mereka dengan memperlihatkan rahmat dari padanya, keridhaan dan surga, mereka memperoleh didalamnya kesenangan yang kekal,
Mereka infinit di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar. ( QS. At-Taubah ; 20-22 )
Bulam Muharram ialah bulan yang dimuliakan. Kronologis dari hal ini adalah, sebab bulan muharram ialah awal tahun hijriah, dan sebelum bulan Muharram ialah bulan Dzulhijjah yang merupakan bulan terakhir pada penanggalan tahun hijriah.
Sebagaimana kita tahu, dalam bulan Dzulhijjah tersebut terdapat ibadah-ibadah besar sebagai wujud satu proses pensucian diri. Diantara ibadah besar tersebut ialah ; Haji, Umrah dan Ibadah Qurban. Barangsiapa yang bisa melaksnakan ibadah-ibadah besar tersebut dengan baik dan maksimal, haji dan umrahnya mabrur,dan qurbannya ikhlas, maka disaat memasuki bulan Muharram ini ia akan pantas dimuliakan.
selain hal diatas, ada beberapa faktor yang memperlihatkan kemualian bulan Muharram ini yaitu bahwa bulan ini disebut dengan "Syahrullah" ( bulan Allah ), bulan Muharram ini juga termasuk bulan harram ( at-Taubah ; 36 ),dan bulan Muharram ini ialah awal tahun hijriah yang sudah disepakati oleh para alim ulama sejak masa khalifah Umar bin Khathab.
Kemuliaan bulan Muharram juga ditunjukkan dengan adanya hari 'Asyura ( tanggal 10 Muharram ) yang disunahkan kepada kita untuk melaksanakan ibadah puasa. Barangsiapa berpusa pada hari 'Asyura ini akan diampuni dosa-dosnya oleh Allah SWT.
Adapun beberapa cara melaksanakan puasa 'Asyura ini sebagaimana yang dijelaskan dalam hadist ialah dengan empat cara yaitu; tanggal 9 dan 10 Muharram, atau tanggal 10 dan 11 Muharram, atau tanggal 9, 10 dan 11 Muharam, atau tanggal 10 Muharram saja. Namun kita perlu mengetahui bahwa untuk cara yang ke empat ini ( puasa tanggal 10 Muharram aja )dimakruhkan oleh para ulama, sebab barang siapa yang puasa pada tanggal 10 Muharram ini saja mirip puasanya orang Yahudi.
Mengingat begitu mulianya bulan Muharram ini, maka sudah selayaknya kita memanfaatkan momentum ini untuk banyak istighfar dan beribadah.demikian itu sebab bulan Muharram ini ialah merupakan bulan awal tahun hijriah, maka dengan banyaknya ibadah akan menyebabkan pondasi berpengaruh untuk perkembangan ibadah selanjutnya. Dengan kekuatan pondasi di awal tahun 1431 Hijriah ini,diharapkan bangunan ibadah kita semakin kokoh ditahun-tahun mendatang. Amin
Wallahu a'lam bishshowab
Tuhan mereka menggembirakan mereka dengan memperlihatkan rahmat dari padanya, keridhaan dan surga, mereka memperoleh didalamnya kesenangan yang kekal,
Mereka infinit di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar. ( QS. At-Taubah ; 20-22 )
Bulam Muharram ialah bulan yang dimuliakan. Kronologis dari hal ini adalah, sebab bulan muharram ialah awal tahun hijriah, dan sebelum bulan Muharram ialah bulan Dzulhijjah yang merupakan bulan terakhir pada penanggalan tahun hijriah.
Sebagaimana kita tahu, dalam bulan Dzulhijjah tersebut terdapat ibadah-ibadah besar sebagai wujud satu proses pensucian diri. Diantara ibadah besar tersebut ialah ; Haji, Umrah dan Ibadah Qurban. Barangsiapa yang bisa melaksnakan ibadah-ibadah besar tersebut dengan baik dan maksimal, haji dan umrahnya mabrur,dan qurbannya ikhlas, maka disaat memasuki bulan Muharram ini ia akan pantas dimuliakan.
selain hal diatas, ada beberapa faktor yang memperlihatkan kemualian bulan Muharram ini yaitu bahwa bulan ini disebut dengan "Syahrullah" ( bulan Allah ), bulan Muharram ini juga termasuk bulan harram ( at-Taubah ; 36 ),dan bulan Muharram ini ialah awal tahun hijriah yang sudah disepakati oleh para alim ulama sejak masa khalifah Umar bin Khathab.
Kemuliaan bulan Muharram juga ditunjukkan dengan adanya hari 'Asyura ( tanggal 10 Muharram ) yang disunahkan kepada kita untuk melaksanakan ibadah puasa. Barangsiapa berpusa pada hari 'Asyura ini akan diampuni dosa-dosnya oleh Allah SWT.
Adapun beberapa cara melaksanakan puasa 'Asyura ini sebagaimana yang dijelaskan dalam hadist ialah dengan empat cara yaitu; tanggal 9 dan 10 Muharram, atau tanggal 10 dan 11 Muharram, atau tanggal 9, 10 dan 11 Muharam, atau tanggal 10 Muharram saja. Namun kita perlu mengetahui bahwa untuk cara yang ke empat ini ( puasa tanggal 10 Muharram aja )dimakruhkan oleh para ulama, sebab barang siapa yang puasa pada tanggal 10 Muharram ini saja mirip puasanya orang Yahudi.
Mengingat begitu mulianya bulan Muharram ini, maka sudah selayaknya kita memanfaatkan momentum ini untuk banyak istighfar dan beribadah.demikian itu sebab bulan Muharram ini ialah merupakan bulan awal tahun hijriah, maka dengan banyaknya ibadah akan menyebabkan pondasi berpengaruh untuk perkembangan ibadah selanjutnya. Dengan kekuatan pondasi di awal tahun 1431 Hijriah ini,diharapkan bangunan ibadah kita semakin kokoh ditahun-tahun mendatang. Amin
Wallahu a'lam bishshowab
Comments
Post a Comment