BICARA RASULULLAH

Muhammad SAW tidak akan bicara kecuali sesuatu yang baik
Terkadang kita tidak mau kalah dengan orang lain, tidak mau kalah pintar, tidak mau kalah berbicara, tidak mau tersaingi dan setiap orang memiliki sifat seperti itu, tinggal pintar-pintarnya orang memenej hatinya. kita ingin orang lain menganggap kita orang pandai sehingga kitapun banyak berbicara padahal belum tentu orang yang pandai atau kritis adalah yang banyak bicara. Aisyah pernah berkata :
“Rasulullah tidak pernah berbicara penuh sebagaimana bicaramu ini (cerewet), tetapi beliau berbicara dengan perkataan yang pas, jelas, padat sehingga bisa dihafal oleh orang yang ada disekitarnya.” (HR. Abu Dawud)

Rasulullah selalu berbicara dengan mudah dan sopan serta lemah lembut, karena beliau ingin agar orang lain mengerti arah pembicaraannya. Beliau sangat menjaga perbedaan-perbedaan di antara umatnya sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman. Beliau sangat peka bahwa pemahaman dan cara berpikir umatnya berbeda-beda. Oleh karena itu beliau memilih untuk bersikap halim. (menerima perbedaan walaupun tidak sesuai dengan isi hati) dan sabar, sehingga menyenangkan lawan bicaranya.

Zaman yang begitu modern ini menggiring orang untuk memiliki gengsi yang tinggi. dalam pergaulan mereka memperlihatkan keintelektualannya dengan sedikit-sedikit menggunakan bahasa asing yang sulit dimengerti oleh orang awam. padahal capek-capek kita berbicara kalau orang lain tidak paham apa yang dibicarakan apalah artinya?! begitu orang lain bertanya, maka dengan ketusnya dia berujar "saya tidak banyak waktu dengan hanya mengulang pembicaraan, saya hanya akan berbicara satu kali tidak ada pengulangan, maka perhatikan !!"
Diriwayatkan oleh Aisyah : “ Rasulullah Sallallahu alaihi wasallam. Selalu berbicara dengan perkataan yang jelas yang bisa dipahami orang yang mendengar.”

Renungkanlah bagaimana Rasul yang agung itu begitu lembut dan bersahabat, lapang dada serta terbuka. Beliau rela mengulang perkataannya agar dimengerti oleh orang lain. Diriwayatkan oleh Anas bin Malik :
“ Rasulullah sering mengulang perkataannya sampai tiga kali supaya dimengerti dan dipahami.”


Kewibawaan seseorang tidak dapat diukur dengan sikap jaga image, berbicara selalu serius, selalu formal, tidak sedikitpun canda, pokoknya biar orang segan dengan kita. padahal semua itu keliru. kalau seperti itu bagaimana suasana akan cair? kalau suasananya tegang maka perasaan yang diajak bicarapun tidak akan nyaman dan pada gilirannya orang akan satu persatu meninggalkan kita.

Rasulullah juga suka bercanda dengan para sahabat untuk mengurangi rasa takut karena sebagian di antara mereka ada yang takut kepada yang lain.
Diriwayatkan dari ibnu mas’ud r.a. bahwasanya Rasulullah pernah didatangi seorang laki-laki yang sangat ketakutan hingga gemetar seluruh tubuhnya. Laik-laki itu lalu ditenangkan oleh Rasulullah sambil berkata :
“ Tenanglah karena aku bukanlah seorang raja. Aku adalah anak seorang wanita yang memakan daging kering(dendeng).” (HR. Ibnu Majah)


Comments